MOYANGKU
Kalau moyangku
lahir kembali
antara laut dan angkasa
hanya ada gelombang
dan ranting jati
bukan lukisan basah.
Tapi panah yang kau tancapkan
di sukmaku
sulit ku ukur dalamnya
namun akar jati di hatiku
bertunas bunga melati.
Angin bertiup,
samudera gelisah.
Sukmaku belum lagi
selesai ku pugar
dari jauh kudengar
selat mandar menyerah
dan tak mampu memeluk
gelombang.
Andai kau tahu,
Moyangku berbisik:
“Dalam sejarah negeri kita, Bugis,
Lukisan yang berbingkai
Takkan meleleh sebelum di pajang.”
(Batu – Batu, 12 Maret 2005).
Minggu, 17 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar